Setiba dari kedatangan saya di Banjarbaru Selasa, 23 February 2010, tepatnya pukul 10 malam waktu Kalimantan Selatan di Bandara Syamsudin Noor, travel yang akan membawa saya ke Kotabaru malam itu telah menunggu, Bus Melati Eksekutif kendaraan yang membawa saya meneruskan perjalanan menuju Kotabaru, sebuah kota dmana saya bekerja.
Malam itu terasa biasa-biasa saja, saya yang menempati kursi no.1 beserta seseorang disamping saya yang sedang tertidur pulas dengan AC yang begitu sejuk, ditambah empuknya tempat duduk serta kondisi jalan yang baik. Membuat diri saya untuk beristirahat, menunggu setibanya Bus akan berhenti untuk makan malam.Tak lama berselang saya terbangun,Bus sudah berhenti di sebuah warung tempat makan saya bergegas turun dari bus untuk menuju toilet, sembari penumpang yang lainnya sedang menikmati makan malamnya.
Setelah saya dan para penumpang selesai menyantap makan malam. Terlihat supir bus yang tengah menyalakan mesin, tanda perjalan akan dilanjutkan. Saya beserta para penumpang lainnya sesegera mungkin menuju bus dan menempati tempat duduk masing-masing.
Irama musik menemani kami di perjalan sesaat menyantap makan malam. Dengan perut yang lumayan kenyang rupanya membuat saya ingi kembali tidur beristirahat menunggu tibanya saya di Batulicin.
Namun, dalam tidur saya yang pulas terdengar suara benturan yang begitu keras. Sesaat saya membuka mata, tiba-tiba saya telah berada tidak ditempat, dmna saya tertidur pulas tadinya, saya rasa saat itu cuma mimpi, namun setelah saya melihat darah segar yang mengalir dari tangan saya, barusaya menyadari bahwa saat itu saya sedang tidak bermimpi.
Kemudian saya berpaling kebelakang, ternyata bus yang saya tumpangi saat itu telah mengalami kecelakaan, bus dalam keadaan terbalik. Kemudian saya melihat kaca depan bus yang pecah bagaikan kristal-kristal yang berserakan. Saat itu supir bus mencoba keluar melalui kaca depan bus, sambil memegang kepalanya yang berlumuran darah dengan tangan kanannya, berjalan terpingkal-pingkal sambil berkata menyapa saya "Adik tidak apa-apa ?". Saya menjawab dengan kepala menganguk. Setelah itu supir mulai membangunkan penumpang lainnya yang saat itu pada pingsan.
Saat itu saya berpikir, saat kejadian saya terlempar kekaca depan bus dan terhempas keluar dari bus. Setelah itu saya mencoba untuk mencuci dan membersihkan luka tangan saya dengan air aQua yang berada dekat kaki saya saat itu.
_Besambung_
Jangan Meminjam Gunting Kuku SEMBARANGAN !!
15 tahun yang lalu
-002.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar